Satuan layanan individu

6 Dec

SATLAN KONSELING INDIVIDU

Oleh:

Astria Yudiawan (132010081)
Universitas Kristen Satya Wacana
Salatiga
2012

SATUAN LAYANAN KONSELING INDIVIDU

A.Topik : Masalah malas kuliah
B.Bidang : Pribadi Sosial
C.Jenis Layanan : Konseling Individual
D.Fugsi Layanan : Pengentasan,Pengembangan dan Pemeliharaan
E.Tujuan : Mengetahui masalah konseli yang membuatnya malas kuliah
F.Sasaran Layanan : GL

G.Deskripsi Masalah : GL merasa malas kuliah karena dirasa umurnya sudah tua dan dia
takut bila tidak sempat membahagiakan orang tuannya mengingat
omur orang tuanya yang sudah lanjut.
H.Uraian kegiatan :
1Pendahuluan
 Perkenalan
 Atending
 Opening (penyambutan dan pembicaraan topik netral)
2.Kegiatan Inti
 Pertanyaan Terbuka
 Paraprase
 Refleksi Perasaan
 Konfrontasi
3.Penutup
 Summary (meringkas)
 Reasurrance (penguatan/dukungan)
 Termination (pengakhiran)
I.Metode :Wawancara Konseling
J.Tempat :Loby E
K.Hari,Tanggal/jam :Kamis 8 Nopember 2012
Jam 14:30-15:15
L.Penyelenggara :Astria Yudiawan
M.Pihak-pihak yang diikutsertakan :-
N.Alat dan Perlengkapan :Kertas dan Bulpoin
O.Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut Layanan
Rencana Penilaian
1.Laiseg :Keterbukaan GL untuk bercerita mengungkapkan masalahnya.
2.Laijapen :Kerajinan GL untuk masuk kuliah dalam satu minggu.
3.Laijapang :Kerajinan GL untuk masuk kuliah dalam satu bulan.

Tindak Lanjut
Memberikan layanan konseling individu lanjut bila diperlukan
P.Keterkaitan Layanan

Kegiatan Pendukung
Himpunan data dan AIB (Aplikasi Instrumen Bimbingan)

Q.Catatan Khusus :-

Salatiga, 8 Nopember 2012

Perencanaan Pelayanaan

Astria Yudiawan

132010081

A. Tujuan (khusus)
1. Untuk mengetahui hal-hal apa yang melatarbelakangi GL tidak semngat mengikuti perkuliahan
B. Materi : Terlampir
C. Metode : Wawancara Konseling
D. Kegiatan Awal : Mengucapkan salam, melakukan pembicaraan
ringan
Kegiatan inti
Eksplorasi :
1. Menginformasikan materi yang akan disampaikan
2. Menjelaskan tujuan penyampaian materi GL
Elaborasi :
1. GL diberikan informasi mengenai potensi yang ada dalam dirinya dalam kaitannya dengan semangat mengikuti perkuliahan
2. GL diberikan pertanyaan berkaitan dengan hal-hal yang melatarbelakangi kurangnya semangat kuliah
Konfirmasi :
1. Guru pembimbing memberiakan feed back kepada GL terhadap hasil dari eksplorasi dan elaborasi
2. Guru pembimbing memberikan hasil analisis dari hasil wawancara yang telah dilakukan dengan GL
Kegiatan Akhir
 GL diminta menberikan manfaat yang didapat setelah menerima layanan
 Guru pembimbing menyampaikan harapan terhadap materi yang disampaikan
E. Alat dan Media : Kertas, Bolpoin
F. Rencana Penilaian dan Tindak Lanjut
Penilaian Proses
Mengamati GL saat pemberiaan kegiatan layanan berlangsung
Penilaian Hasil
 Laiseg
Keterbukaan GL untuk bercerita dan mengungkapkan masalah
 Laijapen
Perubahaan GL setelah 1 minggu saat dalam kegiatan perkuliahan
 Laijapang
Perubahan GL setelah 1 bulan saat mengikuti perkuliahan
G. Keterkaitan Layanan dengan Kegiatan Pendukung : AIB, Kunjungan Rumah
H. Pendidikan Karakter : percaya Diri,semangat belajar
I. Buku Sumber
http://akhmadsudrajat.wordpress.com
http://antojanuar.blogspot.com
J. Biaya : Kertas, Bolpoin Rp. 3000,00
Salatiga, 8 Nopember 2012
Perencanaan Pelayanaan

Astria Yudiawan
132010081

Materi

Tips semangat kuliah

Pada pertama kuliah mungkin di antara kita pada beranggapan kalo kuliah itu enak, bebas, santai, bisa masuk kapan aja dan terserah kita, masuk ga masuk itu urusan kita. ya mungkin itulah bayangan kita pas belum jadi mahasiswa. tapi tau ga itu adalah awal dari saat kita baru membayangkan yang namanya kuliah saja karna pada saat itu kita belum masuk ke dunia itu.
nahh algoritma jalannya kuliah dimulai saat semester pertama yang gw yakin pada pada saat itu lagi semangat-semangat berangkatnya, pagi-pagi harus bangun, mandi jebar jebur, ga lupa dandanan serapi mungkin, parfum dmna-mana dan ga da kata telat masuk kelas, IPK di targetkan di atas 3 doonk.

saat menginjak semester dua semangat yang tadinya 100% berubh dikit jd 90% lalu semester 3 menyusut jadi 80% begtu juga ke semester-semester berikutnya sampai ada yang semangatnya tinggal 0%, dan akhirnya,tualah dia di kmpus,, duhhh ga ngebayang yang kya gitu.
kalo di tanya sebab semangat kuliah bisa menyusut pasti jawabannya sangat bnyak, yah namanya juga mahasiswa pasti urusannya bejibun kalopun ada mahasiswa yang ga ada kesibukan tapi masih males ya mungkin motivasinya udah mentok susah di angkat, jadi ya mo di bilangin kaya gimana susah, kecuali tobat dengan sendirinya.
misalnya ada yang pengen memperbaikin tingkat semangat dalam kuliah mungkin ada sedikit tips mudah yang bisa di bagiin disini:
1. Tips pertama yang jelas mandi dulu sebelum kuliah, kalo males mandi paksain biar mandi karna kalo badan seger otak juga seger.
2. Sarapan pe bener-bener kenyang biar ga ada beban perut laper, kalo perut kenyang otomatis semua lancar, energi cukup semangat juga mulai ada.
3. Pas mau berangkat, bayangin lo kuliah pengen ketemu ma cwe-cwe cakep di kampus lo dan kelas lo (itu juga kalo ada yang cakep). nahh ngebayangin doank gampang kann?
4. Niatin berangkat kuliah cuma pengen ketemu sama bokin doank (bagi yang punya bokin) ato sama temen-temen nongkrong (bagi yang punya temen nongkrong..hehehehehe), nah dengan gitu mau ga mau nanti bokin lo ato temen2 lo bakal nyuruh lo masuk ke kelas kan.. jadi kalo kaya gitu terus tiap hari, udah beres deh masalah males lo..
5. Kalo lo males kuliah gara-gara jarak kampus yang jauh dari tempat tinggal, ya udah tips paling jitu yaitu cari kostan yang deket sama kampus. ga ada alasan males kann??
6. Coba sekali-kali lo mikir serius kalo lo kuliah itu enggak gratis alias bayar, pasti lo sedikit-dikit bakal sadar kalo lo ga mau buang duit cuma-cuma..
7. Kalo pengen mupuk rasa semangat lagi kayanya lo ga usah mikir macem-macem dulu dehh buat mikir begini begitu pas nanti di kelas. cukup dateng duduk perhatiin dosen and kalo bosen perhatiin dosen, lo perhatiin cwe yang paling cakep di kelas lo, sumpah jurus ini paling manjur kalo kata temen gw. kalo perlu tempat duduk lo deketan sama doi,
8. Bagi yang jomblo, jalan satu-satunya biar lo bisa semangat kuliah lagi kayanya lo harus cari cwe yang satu kampus, minimal cari gebetan biar lo bisa sering2 ketemu..!!
kesimpulannya sih menurut gw ga ada alasan kita untuk males masuk kuliah. masalah utama itu tentunya ada di diri sendiri, motivasiin diri sendiri kalo ga ada orang yang motivasiin lo. belajar menggurui diri sendiri.

Teknik Konseling Behavioral

A. Konsep Dasar
Manusia adalah mahluk reaktif yang tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar.Manusia memulai kehidupannya dengan memberikan reaksi terhadap lingkungannya dan interaksi ini menghasilkan pola-pola perilaku yang kemudian membentuk kepribadian.
Tingkah laku seseorang ditentukan oleh banyak dan macamnya penguatan yang diterima dalam situasi hidupnya.
Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan melalui hukum-hukum belajar : (a) pembiasaan klasik; (b) pembiasaan operan; (c) peniruan.
Tingkah laku tertentu pada individu dipengaruhi oleh kepuasan dan ketidak puasan yang diperolehnya.
Manusia bukanlah hasil dari dorongan tidak sadar melainkan merupakan hasil belajar, sehingga ia dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi pembentukan tingkah laku.
Karakteristik konseling behavioral adalah : (a) berfokus pada tingkah laku yang tampak dan spesifik, (b) memerlukan kecermatan dalam perumusan tujuan konseling, (c) mengembangkan prosedur perlakuan spesifik sesuai dengan masalah klien, dan (d) penilaian yang obyektif terhadap tujuan konseling.
B. Asumsi Tingkah Laku Bermasalah
1. Tingkah laku bermasalah adalah tingkah laku atau kebiasaan-kebiasaan negatif atau tingkah laku yang tidak tepat, yaitu tingkah laku yang tidak sesuai dengan tuntutan lingkungan.
2. Tingkah laku yang salah hakikatnya terbentu dari cara belajar atau lingkungan yang salah.
3. Manusia bermasalah itu mempunyai kecenderungan merespon tingkah laku negatif dari lingkungannya. Tingkah laku maladaptif terjadi juga karena kesalapahaman dalam menanggapi lingkungan dengan tepat.
4. Seluruh tingkah laku manusia didapat dengan cara belajar dan juga tingkah laku tersebut dapat diubah dengan menggunakan prinsip-prinsip belajar
C. Tujuan Konseling
Mengahapus/menghilangkan tingkah laku maldaptif (masalah) untukdigantikan dengan tingkah laku baru yaitu tingkah laku adaptif yang diinginkan klien.
Tujuan yang sifatnya umum harus dijabarkan ke dalam perilaku yang spesifik : (a) diinginkan oleh klien; (b) konselor mampu dan bersedia membantu mencapai tujuan tersebut; (c) klien dapat mencapai tujuan tersebut; (d) dirumuskan secara spesifik
Konselor dan klien bersama-sama (bekerja sama) menetapkan/merumuskan tujuan-tujuan khusus konseling.
D. Deskripsi Proses Konseling
Proses konseling adalah proses belajar, konselor membantu terjadinya proses belajar tersebut.
Konselor aktif :
1. Merumuskan masalah yang dialami klien dan menetapkan apakah konselor dapat membantu pemecahannya atu tidak
2. Konselor memegang sebagian besar tanggung jawab atas kegiatan konseling, khususnya tentang teknik-teknik yang digunakan dalam konseling
3. Konselor mengontrol proses konseling dan bertanggung jawab atas hasil-hasilnya.
E. Deskripsi langkah-langkah konseling :
1. Assesment, langkah awal yang bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika perkembangan klien (untuk mengungkapkan kesuksesan dan kegagalannya, kekuatan dan kelemahannya, pola hubungan interpersonal, tingkah laku penyesuaian, dan area masalahnya) Konselor mendorong klien untuk mengemukakan keadaan yang benar-benar dialaminya pada waktu itu. Assesment diperlukan untuk mengidentifikasi motode atau teknik mana yang akan dipilih sesuai dengan tingkah laku yang ingin diubah.
2. Goal setting, yaitu langkah untuk merumuskan tujuan konseling. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari langkah assessment konselor dan klien menyusun dan merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam konseling. Perumusan tujuan konseling dilakukan dengan tahapan sebagai berikut : (a) Konselor dan klien mendifinisikan masalah yang dihadapi klien; (b) Klien mengkhususkan perubahan positif yang dikehendaki sebagai hasil konseling; (c) Konselor dan klien mendiskusikan tujuan yang telah ditetapkan klien : (a) apakah merupakan tujuan yang benar-benar dimiliki dan diinginkan klien; (b) apakah tujuan itu realistik; (c) kemungkinan manfaatnya; dan (d)k emungkinan kerugiannya; (e) Konselor dan klien membuat keputusan apakahmelanjutkan konseling dengan menetapkan teknik yang akan dilaksanakan, mempertimbangkan kembali tujuan yang akan dicapai, atau melakukan referal.
3. Technique implementation, yaitu menentukan dan melaksanakan teknik konseling yang digunakan untuk mencapai tingkah laku yang diinginkan yang menjadi tujuan konseling.
4. Evaluation termination, yaitu melakukan kegiatan penilaian apakah kegiatan konseling yang telah dilaksanakan mengarah dan mencapai hasil sesuai dengan tujuan konseling.
5. Feedback, yaitu memberikan dan menganalisis umpan balik untuk memperbaiki dan meingkatkan proses konseling.
Teknik konseling behavioral didasarkan pada penghapusan respon yang telah dipelajari (yang membentuk tingkah laku bermasalah) terhadap perangsang, dengan demikian respon-respon yang baru (sebagai tujuan konseling) akan dapat dibentuk.
F. Prinsip Kerja Teknik Konseling Behavioral
 Memodifikasi tingkah laku melalui pemberian penguatan. Agar klien terdorong untuk merubah tingkah lakunya penguatan tersebut hendaknya mempunyai daya yang cukup kuat dan dilaksanakan secara sistematis dan nyata-nyata ditampilkan melalui tingkah laku klien.
 Mengurangi frekuensi berlangsungnya tingkah laku yang tidak diinginkan.
 Memberikan penguatan terhadap suatu respon yang akan mengakibatkan terhambatnya kemunculan tingkah laku yang tidak diinginkan.
 Mengkondisikan pengubahan tingkah laku melalui pemberian contoh atau model (film, tape recorder, atau contoh nyata langsung).
 Merencanakan prosedur pemberian penguatan terhadap tingkah laku yang diinginkan dengan sistem kontrak. Penguatannya dapat berbentuk ganjaran yang berbentuk materi maupun keuntungan sosial.
G. Teknik-teknik Konseling Behavioral
1. Latihan Asertif
Teknik ini dugunakan untuk melatih klien yang mengalami kesulitan untuk menyatakan diri bahwa tindakannya adalah layak atau benar. Latihan ini terutama berguna di antaranya untuk membantu individu yang tidak mampu mengungkapkan perasaan tersinggung, kesulitan menyatakan tidak, mengungkapkan afeksi dan respon posistif lainnya. Cara yang digunakan adalah dengan permainan peran dengan bimbingan konselor. Diskusi-diskusi kelompok juga dapat diterapkan dalam latihan asertif ini.
2. Desensitisasi Sistematis
Desensitisasi sistematis merupakan teknik konseling behavioral yang memfokukskan bantuan untuk menenangkan klien dari ketegangan yang dialami dengan cara mengajarkan klien untuk rileks. Esensi teknik ini adalah menghilangkan tingkah laku yang diperkuat secara negatif dan menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan. Dengan pengkondisian klasik respon-respon yang tidak dikehendaki dapat dihilangkan secara bertahap. Jadi desensitisasi sistematis hakikatnya merupakan teknik relaksi yang digunakan untuk menghapus tingkah laku yang diperkuat secara negatif biasanya merupakan kecemasan, dan ia menyertakan respon yang berlawanan dengan tingkah laku yang akan dihilangkan.

3. Pengkondisian Aversi
Teknik ini dapat digunakan untuk menghilangkan kebiasaan buruk. Teknik ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan klien agar mengamati respon pada stimulus yang disenanginya dengan kebalikan stimulus tersebut.
Stimulus yang tidak menyenangkan yang disajikan tersebut diberikan secara bersamaan dengan munculnya tingkah laku yang tidak dikehendaki kemunculannya. Pengkondisian ini diharapkan terbentuk asosiasi antara tingkah laku yang tidak dikehendaki dengan stimulus yang tidak menyenangkan.
4. Pembentukan Tingkah laku Model
Teknik ini dapat digunakan untuk membentuk tingkah laku baru pada klien, dan memperkuat tingkah laku yang sudah terbentuk. Dalam hal ini konselor menunjukkan kepada klien tentang tingkah laku model, dapat menggunakan model audio, model fisik, model hidup atau lainnya yang teramati dan dipahami jenis tingkah laku yang hendak dicontoh. Tingkah laku yang berhasil dicontoh memperoleh ganjaran dari konselor. Ganjaran dapat berupa pujian sebagai ganjaran sosial.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: